Categories
Uncategorized

Muhammad Nazaruddin belum berhenti bermain proyek

Nasir menolak diwawancarai ketika dicegat di pintu keluar Gedung Nusantara 1 Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis pekan lalu. Ketika Tempo bertanya sembari menyodorkan perekam, Nasir meminta agar alat itu dimatikan. Dengan nada tinggi, ia menukas sejumlah pertanyaan. ”Saya tidak ada urusan sama itu,” katanya. Tempo mendapatkan salinan pesan gawai yang menunjukkan ancaman Nazaruddin kepada Suyatno.

Pesan itu menyebutkan, jika Suyatno tidak memberi jatah proyek, Nazaruddin—yang kini menjalani sidang sebagai terNASIONAL PROYEK NAZARUDDIN KEMENAG.GO.ID dakwa kasus pencucian uang—akan ”menyanyi” kepada wartawan yang selalu mengerubutinya dalam setiap sidang. ”Pak Bupati, saya ini orang yang paham dinginnya besi penjara,” ujar Nazaruddin dalam pesan pendek itu. Dalam pesan pendek, Nazaruddin juga mengklaim proyek dari Dana Alokasi Khusus pada APBN yang masuk ke Rokan Hilir merupakan hasil lobinya.

Ia menyatakan telah mengeluarkan Rp 5,6 miliar agar turun anggaran DAK Rp 80 miliar. Pada tahun ini, Nazaruddin mengklaim telah merogoh uang lobi dari saku pribadi Rp 9,8 miliar buat mengunduh anggaran DAK Rp 141 miliar agar masuk ke Rokan Hilir. ”Semua ini aku keluarkan pakai uang, bukan pakai daun,” begitu menurut pesan itu. Nazaruddin juga merinci proyek yang ia minta. Setidaknya ada sepuluh paket proyek. Misalnya proyek peningkatan kualitas jalan dari Simpang Tugu Pujud menuju Bagan Batu dengan plafon DAK tahun 2016 sebesar Rp 13,5 miliar.

Proyek ini masuk sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik, yang sedang dalam proses lelang. Pemenangnya akan diumumkan pada pertengahan Juni ini. Nazaruddin menyodorkan setidaknya sembilan nama perusahaan yang ia kendalikan masuk daftar peserta tender. Proyek lain yang diincar Nazaruddin adalah peningkatan jalan Tugu Ikan menuju Bagansiapiapi senilai Rp 33 miliar. Ada juga proyek peningkatan jalan Simpang Kanan-Bagan Batu Rp 9,5 miliar dan proyek lanjutan Jalan Lancang dengan nilai Rp 8,5 miliar.

Nama perusahaan yang disodorkan Nazaruddin antara lain PT Mustika Mirah Makmur, PT Bengkalis Era Jaya, dan PT Sentra Multikarya Infrastruktur. Bupati Suyatno tidak menyangkal kabar soal ancaman itu. Namun dia menolak menjelaskan secara detail. Suyatno hanya mengatakan dia mempersilakan siapa saja ikut dalam tender pengerjaan proyek di daerahnya. ”Asalkan semuanya ikut lelang sesuai dengan prosedur,” katanya.

Nazaruddin, sejak menjalani sidang kasus pencucian uang, dipindahkan dari penjara Sukamiskin, Bandung, ke Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi cabang Polisi Militer Komando Daerah Militer Jayakarta di Jalan Guntur, Jakarta. Melalui Sudarmono, pengacaranya, Nazaruddin membantah mengendalikan proyek. ”Enggak bener itu,” ujar Sudarmono.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *