Categories
Uncategorized

Hakim Membatalkan Hak Krisis

Cerita Nazaruddin mengelola proyek dari dalam penjara pernah terungkap sebelumnya. Di Cipinang, ia rutin menggelar rapat mingguan sejak awal 2012. Pertemuan dilakukan tiap Sabtu sejak pukul 10.00 hingga 18.00. Tempatnya bukan di ruang kunjungan tamu, melainkan di ruang konsultasi di lantai 2, dekat ruang kepala keamanan rumah tahanan.

Pesertanya bekas karyawan Nazaruddin di Grup Permai yang masih setia mengikutinya. Nazaruddin kembali disidang untuk kasus tindak pidana pencucian uang dalam pembelian saham PT Garuda Indonesia Tbk di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta sejak 10 Desember 2015. Dalam pekan pertama Juni ini, sidang kasus itu akan memasuki pembacaan vonis.

Dalam persidangan kasus Wisma Atlet yang menjerat Nazaruddin pada 2012, terungkap bahwa Permai Group, perusahaan induk milik Nazaruddin, membeli saham perdana PT Garuda Indonesia senilai total Rp 300,8 miliar. Pada 23 Januari 2013, Mahkamah Agung memperberat hukuman Nazaruddin menjadi tujuh tahun penjara. Selain itu, MA mendendanya Rp 300 juta. Sebelumnya, pada 20 April 2012, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan pidana empat tahun sepuluh bulan penjara dan denda Rp 200 juta kepada Nazaruddin.

Di persidangan, Nazaruddin terbukti menerima suap Rp 4,6 miliar. Nazaruddin menghuni penjara khusus koruptor di Sukamiskin, Bandung, mulai awal Mei 2013. Sebelumnya, ia menghuni penjara Cipinang, Jakarta. Selama di Guntur, Nazaruddin berada di bawah pengawasan komisi antikorupsi. Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarief mengatakan lembaganya akan meneliti kabar Nazaruddin mengatur proyek dari dalam penjara. Menurut dia, jika informasi itu benar, berarti ada pelanggaran. ”Akan kami evaluasi,” kata Laode.

DUA ketukan palu penanda berakhirnya pembacaan putusan disambut tepuk tangan dan teriakan takbir. Puluhan nelayan tradisional Muara Angke meluapkan kegirangan mereka di ruang sidang utama Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta. ”Kemenangan ini untuk rakyat dan nelayan,” kata Kuat, salah seorang penggugat, Selasa pekan lalu. Hakim mengabulkan gugatan Kuat dan empat nelayan Muara Angke, Jakarta Utara.

Nelayan lain yang turut menggugat adalah Gobang, Tri Sutrisno, Muhamad Tahir, dan Nur Saepudin. Mereka mempersoalkan Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 2238 Tahun 2014 tentang Pemberian Izin Pelaksanaan Reklamasi Pulau G kepada PT Muara Wisesa Samudra, anak usaha PT Agung Podomoro Land. Siang itu, selama hampir dua setengah jam, ketua majelis hakim Adhi Budi Sulistyo membacakan amar putusan secara bergantian dengan anggota majelis, Baiq Yuliani dan Elizabeth Tobing. ”Mencabut izin reklamasi kepada Muara Wisesa,” kata hakim ketua, Adhi, pada akhir sidang.

Website : kota-bunga.net

Categories
Uncategorized

Muhammad Nazaruddin belum berhenti bermain proyek

Nasir menolak diwawancarai ketika dicegat di pintu keluar Gedung Nusantara 1 Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis pekan lalu. Ketika Tempo bertanya sembari menyodorkan perekam, Nasir meminta agar alat itu dimatikan. Dengan nada tinggi, ia menukas sejumlah pertanyaan. ”Saya tidak ada urusan sama itu,” katanya. Tempo mendapatkan salinan pesan gawai yang menunjukkan ancaman Nazaruddin kepada Suyatno.

Pesan itu menyebutkan, jika Suyatno tidak memberi jatah proyek, Nazaruddin—yang kini menjalani sidang sebagai terNASIONAL PROYEK NAZARUDDIN KEMENAG.GO.ID dakwa kasus pencucian uang—akan ”menyanyi” kepada wartawan yang selalu mengerubutinya dalam setiap sidang. ”Pak Bupati, saya ini orang yang paham dinginnya besi penjara,” ujar Nazaruddin dalam pesan pendek itu. Dalam pesan pendek, Nazaruddin juga mengklaim proyek dari Dana Alokasi Khusus pada APBN yang masuk ke Rokan Hilir merupakan hasil lobinya.

Ia menyatakan telah mengeluarkan Rp 5,6 miliar agar turun anggaran DAK Rp 80 miliar. Pada tahun ini, Nazaruddin mengklaim telah merogoh uang lobi dari saku pribadi Rp 9,8 miliar buat mengunduh anggaran DAK Rp 141 miliar agar masuk ke Rokan Hilir. ”Semua ini aku keluarkan pakai uang, bukan pakai daun,” begitu menurut pesan itu. Nazaruddin juga merinci proyek yang ia minta. Setidaknya ada sepuluh paket proyek. Misalnya proyek peningkatan kualitas jalan dari Simpang Tugu Pujud menuju Bagan Batu dengan plafon DAK tahun 2016 sebesar Rp 13,5 miliar.

Proyek ini masuk sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik, yang sedang dalam proses lelang. Pemenangnya akan diumumkan pada pertengahan Juni ini. Nazaruddin menyodorkan setidaknya sembilan nama perusahaan yang ia kendalikan masuk daftar peserta tender. Proyek lain yang diincar Nazaruddin adalah peningkatan jalan Tugu Ikan menuju Bagansiapiapi senilai Rp 33 miliar. Ada juga proyek peningkatan jalan Simpang Kanan-Bagan Batu Rp 9,5 miliar dan proyek lanjutan Jalan Lancang dengan nilai Rp 8,5 miliar.

Nama perusahaan yang disodorkan Nazaruddin antara lain PT Mustika Mirah Makmur, PT Bengkalis Era Jaya, dan PT Sentra Multikarya Infrastruktur. Bupati Suyatno tidak menyangkal kabar soal ancaman itu. Namun dia menolak menjelaskan secara detail. Suyatno hanya mengatakan dia mempersilakan siapa saja ikut dalam tender pengerjaan proyek di daerahnya. ”Asalkan semuanya ikut lelang sesuai dengan prosedur,” katanya.

Nazaruddin, sejak menjalani sidang kasus pencucian uang, dipindahkan dari penjara Sukamiskin, Bandung, ke Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi cabang Polisi Militer Komando Daerah Militer Jayakarta di Jalan Guntur, Jakarta. Melalui Sudarmono, pengacaranya, Nazaruddin membantah mengendalikan proyek. ”Enggak bener itu,” ujar Sudarmono.

Categories
Uncategorized

Solusi Bisnis Manajemen – 7 Langkah Memilih Lokasi Terbaik Berbisnis

Solusi Bisnis Manajemen – 7 Langkah Memilih Lokasi Terbaik Berbisnis

Guna menentukan lokasi usaha, pendekatannya harus dari berbagai aspek jenis usaha, demografi, arus lalu-lintas, pejalan kaki, tempat parkir, harga sewa, keamanan, dan sarana pendukung. Anda pasti pernah mendengar nasihat para pelaku usaha, betapa pentingnya memilih tempat usaha. Saking pentingnya, mereka bahkan sampai mengulang tiga kali lokasi, lokasi, lokasi. Namun, kenyataannya, ketika membuka resto baru atau retail pakaian, ada yang justru disibukkan dengan mengujicoba resep menu baru atau tersandera dengan pemilihan desain toko yang menyita waktu. Kini saatnya, menentukan lokasi terlebih dulu sebelum menuntaskan hal lain.

Sumber : Jasa Seo Semarang

Terlebih bagi mereka yang usahanya bergerak di retail, pemilihan lokasi yang tepat ibarat udara segar penopang kehidupan. Nah, berbicara tentang lokasi, di dunia marketing ada istilah kantong pasar dan koridor pasar. Koridor pasar merujuk pada sebuah jalan atau umumnya jalan utama, di sisi kiri-kanannya padat dan rapat dengan toko-toko, outlet, atau penjaja-penjaja barang. Bisa berwujud shopping mall, grosir, pengecer, atau gerobak dorong. Kenapa usaha kita harus diarahkan ke situ “Karena makin banyak orang yang berjualan di situ, perputaran uangnya juga makin banyak,” jelas Yadi Budhisetiawan, Managing Director Force One, konsultan pemasaran dan distribusi.

Istilah lainnya adalah kantong pasar yang biasanya tidak berada di jalan raya. Ini untuk mendefinisikan sebuah kawasan yang barangkali panjangnya 500 m dan lebarnya 300 m. Tapi di situ bisa ada 30, 50, atau 100 pedagang. Bisa pula toko, supermarket, atau hypermarket. Keberadaan mall, bisa menjadi contoh adanya kantong pasar. Salah Target Ada kisah yang bisa dijadikan contoh, ternyata, lokasi, tak berdiri sendiri, harus dikaitkan dengan segmentasi dan variabel lainnya. Seorang pengusaha membuka gerai hair cut dengan sistem franchise.

Setelah melakukan survei, ia memilih basement, bersebelahan dengan tempat parkir mobil, di sebuah gedung prestisius di Jakarta. Asumsinya, dengan tarif cukur cepat minimal Rp35.000, gerai tersebut akan bisa menjaring pelanggan, para profesional golongan menengah atas yang tiap hari berkantor dan memarkir mobilnya di situ. Tapi apa mau dikata, hari berbilang minggu dan bulan. Para profesional yang diharapkan merapikan rambutnya, enggan bertandang. Tak mau menanggung rugi terus-menerus, pemilik gerai akhirnya menutup tempat usaha ini. Pelajaran apa yang bisa diambil