Categories
Tekno

LG Aka – Berbekal Sepasang Mata Unik

LG Aka – Berbekal Sepasang Mata Unik

Smartphone tak harus bertampang serius. Setidaknya, hal itulah yang dilakukan LG saat merilis smartphone terbarunya, LG Aka. Ditargetkan untuk anak muda, desain LG Aka sangat unik. Smartphone Android terbaru LG ini dilengkapi animasi sepasang mata yang mengintip keluar dari casenya. Tujuannya agar terbangun hubungan emosional dengan pemiliknya. Adapun informasi yang bisa ditampilkan animasi mata animasi ini seperti notifikasi dan status baterai.

Sumber : Game Ppsspp

Ada empat varian LG Aka ini, disesuaikan dengan warna dan kepribadian calon pemiliknya. Ada varian Eggy yang berwarna kuning dengan karakter mudah jatuh cinta. Lalu ada varian berwarna putih bernama Wooky yang jahil. Juga YoYo si merah muda yang kesulitan diet. Terakhir ada varian pencinta musik, Soul, berwarna hitam. Tergolong segmen menengah, LG Aka berbekal layar 5 inchi resolusi 720p. Jeroannya diperkuat prosesor Quad Core 1,2GHz, memori RAM 1,5 GB, memori internal 16 GB dan berbasis OS Android 4.4 KitKat.

Memorinya masih bisa diperluas lewat slot microSD. Sementara tombol pengatur volume dan tombol Power ada di bagian belakang Aka. Kamera utamanya 8MP dan 2MP di depan. Untuk hasil lebih akurat, sistem autofokus kameranya dibantu laser. Konektifitasnya sudah mencakup koneksi LTE, NFC, dan ditenagai baterai 2,610mAh. Ditargetkan bagi kawula muda di Korea Selatan, LG Aka akan dipasarkan seharga KRW500 ribu (sekitar Rp4.8 juta). Namun tampaknya LG Aka tidak akan dipasarkan ke pasar global.

Phablet Global dari Droid Turbo

Beberapa waktu lalu, Motorola sudah meluncurkan Droid Turbo yang dipasarkan secara bundling dengan operator Verizon. Kini, Motorola meluncurkan versi global Droid Turbo tersebut, dan diberi nama Motorola Moto Maxx, yang telah resmi diluncurkan untuk dua negara berkembang yaitu Meksiko dan Brazil. Harganya juga menarik, hanya USD199 atau sekitar Rp2,4 juta. Kamera utamanya 21 MP dan mampu merekam merekam video 4K resolusi tinggi, dilengkapi autofocus, LED flash, aperture f2.0, serta fitur OIS (Optic Image Stabilization).

Semuanya berjalan di atas sistem operasi Android 4.4.4 KitKat yang bisa di-upgrade ke Lollipop.Meski berkapasitas besar, baterainya bisa diisi ulang hingga penuh dengan cepat, lewat teknologi turbo charging. Sayangnya, belum jelas kapan ketersediaan Moto Maxx ini di negara selain Meksiko dan Brazil, meski disebut sebagai versi global Droid Turbo.

Categories
Tekno

Godok Teknopreuneur, Indosat Siapkan Ekosistem Bisnis Digital

Sebuah studi dari David McClelland menyebutkan bahwa kemajuan suatu negara bisa dinilai dari banyaknya jumlah wirausahawan di negara itu. Setidaknya jumlah wirausahawan sejumlah 2% dari total penduduk sudah cukup mampu mendongkrak ekonomi negara. Sayangnya, dalam urusan ini negara kita memang tertinggal ketimbang negara-negara lain. Kisaran entrepreneur di Amerika sebesar 11%, Jepang 10%, Korea Selatan 4%, Singapura 7%, Malaysia 5%, dan Cina 4%. “Sementara di Indonesia jumlah entrepreneurnya masih 1,5%,” ujar Division Head Public Relations Indosat, Adrian Prasanto. Oleh karena itu, untuk mendukung tumbuhnya entrepreneur di tanah air, Indosat menyediakan ekosistem end-to-end yang siap membina para entrepreneur tanah air. Dalam ekosistemnya ini, Indosat fokus pada para penggiat startup teknologi.

Mata rantai ekosistem ini dimulai dari lomba kompetisi ide di IWIC. Mata rantai ini berujung pada bantuan pembinaan dengan menyediakan inkubator Ideabox. Lulus dari inkubator ini, Indosat menyediakan jaringan untuk kemudahan mendapat investasi dari rekanan yang mereka gandeng. Mata rantai pertama dimulai dengan menggelitik para inovator untuk berpikir kreatif yang menjadi dasar inovasi. Ide ini lantas dituangkan dalam proposal untuk dikompetisikan di Indosat Wireless Competition (IWIC). Ide yang dikompetisikan tentu saja mesti memberi manfaat dan terkait dengan TI. Jika proposal mereka terpilih, peserta hanya diminta untuk membuat prototipe produk dari ide inovasi yang mereka ajukan itu. Selepas itu, tentu ada hadiah menarik bagi pemenangnya.

Tapi, selain bagi-bagi hadiah, pemenang IWIC juga diberi kesempatan untuk memperdalam ide inovasi mereka itu agar bisa dikembangkan menjadi bisnis. “Kita tidak ingin selesai pengumuman IWIC kita cuma bagi-bagi hadiah, bersenang-senang, dan sudah. Tapi kita ingin para pemenang IWIC ini mendapat mentoring agar idenya bisa berkembang dan mereka menjadi teknopreneur. Mereka bisa memiliki bisnis dari ide mereka itu,” tutur pria yang akrab disapa Pras itu. Bekerja sama dengan Founder Institute, para pemenang ini akan dilatih lewat bootcamp agar mereka terampil membisniskan ide. “Pemenang juga punya priviledge untuk masuk dalam Ideabox. Tapi, mereka tetap harus mengikuti tahap seleksi yang ada,” terangnya saat diwawancarai CHIP. Ideabox adalah mata rantai berikutnya dari Indosat untuk menggodok para entrepreneur TI ini.

Ideabox adalah inkubator yang berdiri sejak pelaksanaan IWIC tahun Godok Teknopreuneur, Indosat Siapkan Ekosistem Bisnis Digital lalu. Dengan adanya pusat inkubasi ini, para startup (perusahaan pemula) yang terpilih akan difasilitasi dan mendapat mentoring khusus. Startup mana pun bisa masuk ke dalam inkubator ini dan mengikuti proses seleksinya. Saat ini Ideabox sudah menelurkan dua angkatan. “Angkatan pertama empat startup dan angkatan kedua tujuh startup,” terang Pras. Lulus dari masa inkubasi, Indosat telah menyediakan bermacam model pendanaan. Sebab, masalah permodalan kerap kali menjadi penghambat bisnis bukan? Terdapat dua model pendanaan yang disediakan, berupa crowdfunding dan menggandeng investor. Crowdtiative adalah crowdfunding yang diinisiasi indosat. Platform crowdfunding ini dibesut oleh perusahaan telekomunikasi asal Singapura, Starhub. Crowdfunding adalah sistem pendanaan yang dikumpulkan dari masyarakat. Masyarakat bisa memberikan sumbangan uang jika ia tertarik degan ide yang ditawarkan oleh inisiator ide di website Crowdtiative. Lewat dana yang terkumpul dari masyarakat itu, si empu-nya ide bisa memulai inisiatif yang telah mereka posting ke website itu.

Kedua adalah pendanaan langsung dari investor. Startup atau perusahaan pemula yang sudah lulus Ideabox dan punya bisnis potensial, akan mendapat sokongan dana dari Mountain SEA Ventures. Indosat pun tak segan untuk berinvestasi bagi mereka yang bisnisnya telah terbukti berkembang. Untuk pendanaan ini Indosat bekerja sama dengan Softbank. Menurut Pras, strategi baru ini diterapkan agar para peserta IWIC bisa lebih serius memikirkan sisi bisnis dari ide dan aplikasi yang mereka ajukan di IWIC. “Pengalaman kami terhadap pemenang IWIC tahun lalu, mereka kaget ketika dihadapkan pada program mentoring yang ditawarkan oleh Founder Institute,” jelas Adrian. Alasannya, mereka belum siap menjadi teknopreneur. Oleh karena itu, dengan memasukkan ide peserta ke Crowdtiative ini, Pras berharap para peserta bisa termotivasi untuk memikirkan kelangsungan ide dan aplikasi mereka lebih jauh.

Categories
Tekno

Memberikan Pemahaman yang Lengkap tentang Big Data

Pernah mendengar soal Big Data? Istilah ini bagi sebagian orang hanyalah parafrase dari bisnis analitik yang selama ini sudah dilakukan. Namun, sebagian lagi menyangkal bahwa bisnis ini berbeda dengan analitik tradisional. Imron Zuhri, Senior Advisor/ CTO Mediatrac menyebutkan bahwa perbedaan big data dari analisa tradisional terletak pada besaran skala data yang dianalisis. “Karena kita bisa mengolah data lebih banyak, (men)detil, jadi kesimpulan lebih tajam,” tuturnya. Menurut Regi Wahyu, CEO Mediatrac, Indonesia belum tertinggal dengan negara-negara lain soal Big Data ini. “Saat ini saya masih berkuliah di Amerika Serikat soal Big Data. Saya sekelas dengan teman-teman dari Brazil, Prancis, Jepang. Mereka semua juga masih baru mulai mengembangkan Big Data ini. Jadi Indonesia masih sama-sama belajarlah dengan negara-negara lain,” terangnya yakin. Regi menyebutkan salah satu kendala analisa Big Data di negeri ini adalah sulitnya mengumpulkan data primer. “Data itu sebenarnya ada, tapi tersebar, tidak diketahui umum, atau belum didigitalisasi,” jelasnya. Bereksperimen dengan Big Data, Regi, Imron, dan rekan-rekan di Mediatrac lantas mengerjakan proyek iseng.

Baca Juga : https://teknorus.com/wa-web/

Mereka mencari korelasi antara shio seseorang dengan kecenderungan pembelian properti. Mereka mendata shio semua orang yang ada di Jakarta. Dari data tersebut, mereka melihat bahwa ternyata properti yang ada di daerah kepala naga ternyata kebanyakan dimiliki dan diminati oleh shio yang kecil-kecil, “seperti shio ayam, tikus, babi,” jelasnya. “Shio-shio yang besar ternyata kebanyakan tinggal di tempat-tempat lain. Rupanya shio yang kecil-kecil ini sangat berminat tinggal di daerah tersebut. Nah, berdasarkan data ini kita mengambil kesimpulan, kalau mau menjual properti di daerah kepala naga, juallah kepada mereka yang bershio kecil,” terang Imron sembari tersenyum lebar. Nah, data shio ini menurutnya masih bisa dihubungkan dengan hal-hal lain sesuai kebutuhan penelitian. Contoh lain perbedaan analisa big data dengan analisa tradisional misalnya saat meneliti pola konsumsi pengguna selular untuk mengetahui tingkat kepuasan mereka. “Kalau dulu data yang dikumpulkan mungkin hanya berdasarkan pola pemakaian bulanannya, sekarang kita bisa menelitinya dengan lebih detil. Kita bisa mengamati hingga data penggunaan dari jam ke jam,” tuturnya. Dengan demikian, data yang mesti dianalisa tentu tak terbayang banyaknya. Namun, analisa yang dihasilkan akan detil dan tepat. “Karena variabel lebih banyak, jadi persepsinya jadi beda. Jadi kita bisa hubungkan hal-hal yang dulu ngga kebayang karena datanya tidak dimaasukan ke dalam variabel.” Data-data ini dulu tak dimasukkan dalam analisa sebab terhalang oleh kapasitas mesin pengolah data.

“Big Data dengan kapasitas (sistem) besar, membuat semua variabel bisa dimasukkan, sehingga hasilnya lebih menarik dan komplit,” tandasnya. Petualangan Imron dan rekan-rekan dengan Big Data belum usai. Mereka kini juga tengah menguji bagaimana Big Data bisa digunakan untuk membantu petani. “Kita melakukan penelitian di Lampung dan Cianjur,” terang Imron. “Kita berusaha mengumpulkan data sebanyak mungkin. Kita tempatkan sensor yang ditaruh ditanah untuk mengukur kadar oksigen dan air. Untuk dapat data curah hujan, kita pakai data satelit, pakai drone untuk hitung jumlah tanaman. Ini bertujuan agar kita bisa memprediksi berapa panen yang bisa didapatkan nantinya. Lewat drone kita ingin tahu yang tumbuh berapa dan sudah setinggi apa. Tumbuhnya rata apa tidak,” jelasnya. Semua data ini menurut Imron dibutuhkan agar petani bisa menkalkulasi lahan garapannya. Tujuan akhirnya agar petani bisa memberi jaminan hingga lahannya bisa diasuransikan. “Sekarang petanipetani kita tidak punya asuransi. Di negara-negara besar mereka punya semua. Asuransi penting, sehingga petani punya kepastian usaha.

Di Indonesia hampir tidak ada mekanisme untuk menghitung premi bagi petani. Kalau data itu ada, kita bisa bantu petani bekerja sama dengan perusahaan asuransi,” jelas Imron. Nah, menarik bukan apa yang bisa kita lakukan dengan Big Data? Untuk mengenal lebih jauh mengenai penggunaan dan optimasi Big Data, Mediatrac mengadakan Big Data Week pada 9-10 Maret 2015 di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place Jakarta. “Selama ini berbagai acara Big Data yang pernah kita datangi selalu bias dengan kepentingan vendor. Maka kita ingin membuat acara Big Data yang benar-benar menjelaskan esensi dari Big Data itu sendiri,” jelas Regi. Selain seminar, acara ini juga akan di meriahkan dengan Hardware Hackaton pada 7-8 Maret 2015. “Belakangan banyak hackaton software. Kita ingin membuat hackaton hardware yang akan menciptakan hardware untuk menjawab tantangan dan fenomena sosial. Kita juga akan membuka API ke beberapa datadata penelitian kita,” jelas Regi. Informasi lebih lanjut silahkan cek www. bigdataindonesia.com.

Categories
Tekno

Digicam Photo recovery 1.5

Kembalikan foto yang hilang: Pernahkah Anda mengalami kejadian, foto yang ada di memory card hilang akibat terhapus tidak sengaja? Hal ini bisa menimbulkan kepanikan tersendiri, apalagi jika foto yang hilang merupakan foto penting bagi Anda. Oleh sebab itu, aplikasi Digicam Photo Recovery 1.5 hadir untuk membantu Anda yang mengalami kejadian di atas. Tidak ada setting yang dilakukan dalam aplikasi ini sehingga tidak diketahui berapa kali aplikasi ini men-scan media penyimpan portabel.

Namun, ada dua opsi yang bisa ditemukan dalam menu setting-nya, yaitu menentukan file recovery berdasarkan sumber file (kamera dan smartphone) serta file yang berasal dari aplikasi grafis di dalam PC. Dua opsi tersebut mendorong aplikasi ini lebih fokus melakukan pencarian file. Apabila proses pencarian membutuhkan waktu yang lama karena besarnya kapasitas memory card, Anda dapat mengaktifkan fungsi shutdown saat proses pencarian selesai.

Kesimpulan: Dengan aplikasi ini, file foto yang hilang bisa kembali lagi. Anda pun bisa langsung mencetaknya dan memajangnya di meja kerja Anda.