Categories
Home

Tips Cat Exterior Rumah Anda

Mengganti warna cat dinding adalah cara paling praktis untuk menciptakan suasana baru pada hunian. Bukan hanya di interior, mengganti warna cat eksterior pun tak kalah penting. Karena, bagaimanapun juga eksterior adalah bagian yang pertama dilihat sebelum kita memasuki rumah. Bila eksteriornya sudah menarik, Anda atau siapapun yang datang akan mendapatkan kesan pertama yang baik pada hunian tersebut. Mengganti cat eksterior tak hanya memberi manfaat positif dalam hal estetika, tapi juga pada daya tahan bagian luar bangunan Anda. Cat yang Anda aplikasikan pada eksterior juga berfungsi sebagai lapisan pelindung dinding bangunan dari berbagai debu dan kotoran. Karena itulah, mengganti cat eksterior menjadi hal penting yang harus dilakukan oleh pemilik rumah secara berkala. Menurut Jon Tan, CEO Nippon Paint Indonesia, hal yang kerap luput dari perhatian adalah kecenderungan orang untuk menggunakan cat dinding interior ke eksterior bangunan. Bukannya hal tersebut tidak memungkinkan, namun tentunya ada perbedaan kandungan di antara 2 jenis cat tersebut.

Akibatnya, ini dapat mempengaruhi ketahanan dan kekuatan eksterior bangunan. Eksterior bangunan adalah bagian yang paling sering terkena sinar matahari, guyuran hujan, serta perubahan suhu. Tentu saja dinding luar lebih cepat mengalami kerusakan. Karena itu, bagian ini membutuhkan cat yang tahan terhadap cuaca. Tentunya hal tersebut berbeda dengan cat interior yang tidak menghadapi kendala-kendala tersebut secara langsung. Memilih Jenis cat Setiap produsen cat pasti mengeluarkan lebih dari satu produk cat dinding, termasuk jenis cat eksterior. Tak perlu bingung memilihnya, karena semua jenis cat tersebut diklasifikasikan berdasarkan kriteria yang dibutuhkan konsumen. Berikut ini penjelasan singkat dalam memilih jenis cat sesuai kebutuhan Anda.

1. tahan cuaca Anda akan dengan mudah menemukan cat eksterior berlabel “tahan cuaca”. Cat tersebut memang diformulasikan untuk dinding yang akan selalu terkena paparan cuaca, tanpa terlindung apapun. Contohnya adalah dinding luar yang tak terlindung kanopi atau atap. Cat dengan label “tahan cuaca” memiliki formula tahan air, debu, dan jamur.

2. Menangkal Panas Bagi Anda yang memiliki rumah dengan arah hadap ke barat, tentu tahu rasanya terkena panas sinar matarahari sore. Tak jarang panas yang terpapar ke dinding luar dapat mempengaruhi suhu di dalam rumah. Karena saat ini sudah ada cat dengan formula sunblock technology, maka Anda dapat menggunakan cat yang mampu memantulkan sebagian cahaya matahari.

3. Mudah dibersihkan Besar kemungkinan, dinding eksterior rumah akan terkena berbagai kotoran seperti tanah dan lumpur dari pekarangan. Kadang menyiramnya dengan air saja tak cukup efektif untuk menghilangkan noda-noda di permukaan cat, sehingga Anda harus menyikatnya. Namun menyikat permukaan dinding dapat mengakibatkan rusaknya lapisan cat. Untuk itu sebaiknya Anda memilih jenis cat yang memiliki daya tahan sangat baik meskipun sering dibersihkan dengan cara disikat. Umumnya jenis cat seperti ini juga dapat diaplikasikan di ruangan yang rentan kotor seperti di area servis

. PErbAIkAN DINDINg SEbElum PENgEcAtAN

Sebelum mengecat ulang dinding eksterior Anda, tak jarang ada beberapa kerusakan kecil pada permukaan dinding. Bila Anda memberi lapisan cat baru tanpa memperbaiki kerusakan tersebut, hasil pengecatan akan jadi buruk dan tak jarang lapisan cat baru rentan rusak. Untuk itu, Anda harus memperbaiki terlebih dahulu sekecil apapun kerusakan permukaan dinding tersebut. Berikut ini tips singkatnya.

1. Kerusakan: dinding berlubang atau retak rambut. Solusi: tambal lubang atau retak rambut dengan filler yang sesuai, lalu ampelas area yang telah tertambal hingga merata. Kemudian beri lapisan cat baru.

2. Kerusakan: permukaan dinding kasar atau ada sisa cat mengelupas. Solusi: bersihkan permukaan dinding dengan menggunakan kape atau ampelas, baru kemudian beri lapisan cat baru.

3. Kerusakan: dinding berjamur atau berlumut. Solusi: Gosok permukaan dinding dengan cairan anti jamur khusus cat dinding dengan menggunakan spons. Bila memang lapisan cat tidak rusak oleh jamur, Anda tidak perlu mengaplikasikan cat baru.

4. Kerusakan: daya lekat cat hilang, menggelembung, atau melepuh. Solusi: Untuk mencegahnya permukaan yang basah atau kena air hujan biarkan kering dahulu. Namun jika sudah terjadi maka kerok cat lama dan bersihkan. Kemudian lakukan pengecatan ulang.

5. Kerusakan: Melelehnya lapisan cat yang diaplikasi pada bidang vertikal. Solusi: Untuk mencegahnya, apabila cat masih dalam keadaan basah, ratakan cat segera dengan roller, serta hindari pengecatan pada kondisi lembap. Sebaiknya lakukan pengecatan dengan 2 kali aplikasi. Apabila sudah terjadi maka biarkan cat mengering dengan sempurna, ampelas bagian yang meleleh dan lakukan pengecatan ulang.

6. Kerusakan: cat berkerut.

Solusi: Untuk pencegahan, aplikasikan cat pada ketebalan normal dan hindari aplikasi pada cuaca yang sangat panas. Namun apabila sudah terjadi, maka kerok cat lama dan bersihkan. Kemudian lakukan pengecatan ulang.

7. Pastikan proses pengecatan selesai secepatnya.

Solusi. Gunakan genset jakarta sebagai backup sumber listrik saat proses pengecatan. Dengan adanya genset, sumber listrik di rumahmu ada backupnya. Belilah genset di agen jual genset jakarta terpercaya

Categories
Tekno

Godok Teknopreuneur, Indosat Siapkan Ekosistem Bisnis Digital

Sebuah studi dari David McClelland menyebutkan bahwa kemajuan suatu negara bisa dinilai dari banyaknya jumlah wirausahawan di negara itu. Setidaknya jumlah wirausahawan sejumlah 2% dari total penduduk sudah cukup mampu mendongkrak ekonomi negara. Sayangnya, dalam urusan ini negara kita memang tertinggal ketimbang negara-negara lain. Kisaran entrepreneur di Amerika sebesar 11%, Jepang 10%, Korea Selatan 4%, Singapura 7%, Malaysia 5%, dan Cina 4%. “Sementara di Indonesia jumlah entrepreneurnya masih 1,5%,” ujar Division Head Public Relations Indosat, Adrian Prasanto. Oleh karena itu, untuk mendukung tumbuhnya entrepreneur di tanah air, Indosat menyediakan ekosistem end-to-end yang siap membina para entrepreneur tanah air. Dalam ekosistemnya ini, Indosat fokus pada para penggiat startup teknologi.

Mata rantai ekosistem ini dimulai dari lomba kompetisi ide di IWIC. Mata rantai ini berujung pada bantuan pembinaan dengan menyediakan inkubator Ideabox. Lulus dari inkubator ini, Indosat menyediakan jaringan untuk kemudahan mendapat investasi dari rekanan yang mereka gandeng. Mata rantai pertama dimulai dengan menggelitik para inovator untuk berpikir kreatif yang menjadi dasar inovasi. Ide ini lantas dituangkan dalam proposal untuk dikompetisikan di Indosat Wireless Competition (IWIC). Ide yang dikompetisikan tentu saja mesti memberi manfaat dan terkait dengan TI. Jika proposal mereka terpilih, peserta hanya diminta untuk membuat prototipe produk dari ide inovasi yang mereka ajukan itu. Selepas itu, tentu ada hadiah menarik bagi pemenangnya.

Tapi, selain bagi-bagi hadiah, pemenang IWIC juga diberi kesempatan untuk memperdalam ide inovasi mereka itu agar bisa dikembangkan menjadi bisnis. “Kita tidak ingin selesai pengumuman IWIC kita cuma bagi-bagi hadiah, bersenang-senang, dan sudah. Tapi kita ingin para pemenang IWIC ini mendapat mentoring agar idenya bisa berkembang dan mereka menjadi teknopreneur. Mereka bisa memiliki bisnis dari ide mereka itu,” tutur pria yang akrab disapa Pras itu. Bekerja sama dengan Founder Institute, para pemenang ini akan dilatih lewat bootcamp agar mereka terampil membisniskan ide. “Pemenang juga punya priviledge untuk masuk dalam Ideabox. Tapi, mereka tetap harus mengikuti tahap seleksi yang ada,” terangnya saat diwawancarai CHIP. Ideabox adalah mata rantai berikutnya dari Indosat untuk menggodok para entrepreneur TI ini.

Ideabox adalah inkubator yang berdiri sejak pelaksanaan IWIC tahun Godok Teknopreuneur, Indosat Siapkan Ekosistem Bisnis Digital lalu. Dengan adanya pusat inkubasi ini, para startup (perusahaan pemula) yang terpilih akan difasilitasi dan mendapat mentoring khusus. Startup mana pun bisa masuk ke dalam inkubator ini dan mengikuti proses seleksinya. Saat ini Ideabox sudah menelurkan dua angkatan. “Angkatan pertama empat startup dan angkatan kedua tujuh startup,” terang Pras. Lulus dari masa inkubasi, Indosat telah menyediakan bermacam model pendanaan. Sebab, masalah permodalan kerap kali menjadi penghambat bisnis bukan? Terdapat dua model pendanaan yang disediakan, berupa crowdfunding dan menggandeng investor. Crowdtiative adalah crowdfunding yang diinisiasi indosat. Platform crowdfunding ini dibesut oleh perusahaan telekomunikasi asal Singapura, Starhub. Crowdfunding adalah sistem pendanaan yang dikumpulkan dari masyarakat. Masyarakat bisa memberikan sumbangan uang jika ia tertarik degan ide yang ditawarkan oleh inisiator ide di website Crowdtiative. Lewat dana yang terkumpul dari masyarakat itu, si empu-nya ide bisa memulai inisiatif yang telah mereka posting ke website itu.

Kedua adalah pendanaan langsung dari investor. Startup atau perusahaan pemula yang sudah lulus Ideabox dan punya bisnis potensial, akan mendapat sokongan dana dari Mountain SEA Ventures. Indosat pun tak segan untuk berinvestasi bagi mereka yang bisnisnya telah terbukti berkembang. Untuk pendanaan ini Indosat bekerja sama dengan Softbank. Menurut Pras, strategi baru ini diterapkan agar para peserta IWIC bisa lebih serius memikirkan sisi bisnis dari ide dan aplikasi yang mereka ajukan di IWIC. “Pengalaman kami terhadap pemenang IWIC tahun lalu, mereka kaget ketika dihadapkan pada program mentoring yang ditawarkan oleh Founder Institute,” jelas Adrian. Alasannya, mereka belum siap menjadi teknopreneur. Oleh karena itu, dengan memasukkan ide peserta ke Crowdtiative ini, Pras berharap para peserta bisa termotivasi untuk memikirkan kelangsungan ide dan aplikasi mereka lebih jauh.

Categories
Tekno

Memberikan Pemahaman yang Lengkap tentang Big Data

Pernah mendengar soal Big Data? Istilah ini bagi sebagian orang hanyalah parafrase dari bisnis analitik yang selama ini sudah dilakukan. Namun, sebagian lagi menyangkal bahwa bisnis ini berbeda dengan analitik tradisional. Imron Zuhri, Senior Advisor/ CTO Mediatrac menyebutkan bahwa perbedaan big data dari analisa tradisional terletak pada besaran skala data yang dianalisis. “Karena kita bisa mengolah data lebih banyak, (men)detil, jadi kesimpulan lebih tajam,” tuturnya. Menurut Regi Wahyu, CEO Mediatrac, Indonesia belum tertinggal dengan negara-negara lain soal Big Data ini. “Saat ini saya masih berkuliah di Amerika Serikat soal Big Data. Saya sekelas dengan teman-teman dari Brazil, Prancis, Jepang. Mereka semua juga masih baru mulai mengembangkan Big Data ini. Jadi Indonesia masih sama-sama belajarlah dengan negara-negara lain,” terangnya yakin. Regi menyebutkan salah satu kendala analisa Big Data di negeri ini adalah sulitnya mengumpulkan data primer. “Data itu sebenarnya ada, tapi tersebar, tidak diketahui umum, atau belum didigitalisasi,” jelasnya. Bereksperimen dengan Big Data, Regi, Imron, dan rekan-rekan di Mediatrac lantas mengerjakan proyek iseng.

Baca Juga : https://teknorus.com/wa-web/

Mereka mencari korelasi antara shio seseorang dengan kecenderungan pembelian properti. Mereka mendata shio semua orang yang ada di Jakarta. Dari data tersebut, mereka melihat bahwa ternyata properti yang ada di daerah kepala naga ternyata kebanyakan dimiliki dan diminati oleh shio yang kecil-kecil, “seperti shio ayam, tikus, babi,” jelasnya. “Shio-shio yang besar ternyata kebanyakan tinggal di tempat-tempat lain. Rupanya shio yang kecil-kecil ini sangat berminat tinggal di daerah tersebut. Nah, berdasarkan data ini kita mengambil kesimpulan, kalau mau menjual properti di daerah kepala naga, juallah kepada mereka yang bershio kecil,” terang Imron sembari tersenyum lebar. Nah, data shio ini menurutnya masih bisa dihubungkan dengan hal-hal lain sesuai kebutuhan penelitian. Contoh lain perbedaan analisa big data dengan analisa tradisional misalnya saat meneliti pola konsumsi pengguna selular untuk mengetahui tingkat kepuasan mereka. “Kalau dulu data yang dikumpulkan mungkin hanya berdasarkan pola pemakaian bulanannya, sekarang kita bisa menelitinya dengan lebih detil. Kita bisa mengamati hingga data penggunaan dari jam ke jam,” tuturnya. Dengan demikian, data yang mesti dianalisa tentu tak terbayang banyaknya. Namun, analisa yang dihasilkan akan detil dan tepat. “Karena variabel lebih banyak, jadi persepsinya jadi beda. Jadi kita bisa hubungkan hal-hal yang dulu ngga kebayang karena datanya tidak dimaasukan ke dalam variabel.” Data-data ini dulu tak dimasukkan dalam analisa sebab terhalang oleh kapasitas mesin pengolah data.

“Big Data dengan kapasitas (sistem) besar, membuat semua variabel bisa dimasukkan, sehingga hasilnya lebih menarik dan komplit,” tandasnya. Petualangan Imron dan rekan-rekan dengan Big Data belum usai. Mereka kini juga tengah menguji bagaimana Big Data bisa digunakan untuk membantu petani. “Kita melakukan penelitian di Lampung dan Cianjur,” terang Imron. “Kita berusaha mengumpulkan data sebanyak mungkin. Kita tempatkan sensor yang ditaruh ditanah untuk mengukur kadar oksigen dan air. Untuk dapat data curah hujan, kita pakai data satelit, pakai drone untuk hitung jumlah tanaman. Ini bertujuan agar kita bisa memprediksi berapa panen yang bisa didapatkan nantinya. Lewat drone kita ingin tahu yang tumbuh berapa dan sudah setinggi apa. Tumbuhnya rata apa tidak,” jelasnya. Semua data ini menurut Imron dibutuhkan agar petani bisa menkalkulasi lahan garapannya. Tujuan akhirnya agar petani bisa memberi jaminan hingga lahannya bisa diasuransikan. “Sekarang petanipetani kita tidak punya asuransi. Di negara-negara besar mereka punya semua. Asuransi penting, sehingga petani punya kepastian usaha.

Di Indonesia hampir tidak ada mekanisme untuk menghitung premi bagi petani. Kalau data itu ada, kita bisa bantu petani bekerja sama dengan perusahaan asuransi,” jelas Imron. Nah, menarik bukan apa yang bisa kita lakukan dengan Big Data? Untuk mengenal lebih jauh mengenai penggunaan dan optimasi Big Data, Mediatrac mengadakan Big Data Week pada 9-10 Maret 2015 di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place Jakarta. “Selama ini berbagai acara Big Data yang pernah kita datangi selalu bias dengan kepentingan vendor. Maka kita ingin membuat acara Big Data yang benar-benar menjelaskan esensi dari Big Data itu sendiri,” jelas Regi. Selain seminar, acara ini juga akan di meriahkan dengan Hardware Hackaton pada 7-8 Maret 2015. “Belakangan banyak hackaton software. Kita ingin membuat hackaton hardware yang akan menciptakan hardware untuk menjawab tantangan dan fenomena sosial. Kita juga akan membuka API ke beberapa datadata penelitian kita,” jelas Regi. Informasi lebih lanjut silahkan cek www. bigdataindonesia.com.